FGD Pemerintahan AGILE

Balitbangda Provinsi Lampung berupaya melaksanakan fungsinya untuk berperan sebagai katalisator proses inovasi dan juga pengembangan. Inovasi disini berarti ketika terdapat invensi yang kemudian dapat dikomersialisasikan. Pengembangan yang telah dilaksanakan yaitu melalui lomba dan  fasilitasi riset dimana  hasil-hasilnya dapat diteruskan untuk dikomersialisasikan.
Mulai tahun lalu kita mengetahui adanya pandemi yang menyebabkan beberapa anggaran satker menjadi teralihkan. Melalui refocusing anggaran, provinsi menghimpun dana yang ada dari satker, untuk melindngi rakyat akibat pandemi. Dalam interaksi kita terkait pemerintahan agile, sekarang kita akan memperluasnya menjadi penataan anggaran yang agile, yaitu ketika pemerintah daerah dapat mencari dan menghimpun berbagai sumber dana lainnya, tidak tergantung aturan pemerintahan pusat. Semua pihak kita telah hadir disini diharapkan akan dapat menerangkan dan memperjelas melalui pengalamannya untuk Balitbangda dalam membentuk sistem yang lebih kreatif mensikapi keadaan yang darurat seperti pandemi ini.